5 Kejadian misterius orde baru yang belum terpecahkan

Pemerintahan Orde Baru yang dipimpin oleh Soeharto selama tiga puluh dua tahun yang berawal dari tahun 1967 memang sudah lama berakhir. Pada tahun 1998, Soeharto berhasil diturunkan oleh gerakan mahasiswa yang geram dengan pemerintahan itu.

Banyak banget kasus kejahatan kemanusiaan yang terjadi selama masa Orde Baru, mulai yang kecil sampai yang massal. Sampai sekarang pun masih banyak kejadian-kejadian misterius Orde Baru itu yang belum terpecahkan, namun masih sering diperbincangkan.

Berikut lima kejadian yang paling menggemparkan di zaman Orde Baru dan belum terpecahkan sampai sekarang.

1. Penembakan Misterius (Petrus)

Korban penembakan misterius via sejarahlengkapindonesia
Korban penembakan misterius via sejarahlengkapindonesia

Petrus juga dikenal dengan operasi clurit, yaitu operasi rahasia yang dilakukan oleh pemerintah Orde Baru pada tahun 1980an. Pada saat itu, bukan hal yang aneh kalau ada berita ditemukan mayat di pinggir jalan, persawahan, atau hutan. Kebanyakan dari mayat itu memiliki tato atau tindik, karena pada zaman itu orang-orang yang bertato dan atau bertindik dianggap sebagai preman.

Diperkirakan operasi ini memang sengaja dilakukan pemerintah untuk mengurangi tingkat kejahatan yang sangat tinggi pada saat itu. Kejadiannya banyak ditemukan di daerah Jawa Tengah dan Jakarta, dan sampai sekarang tidak jelas dan belum tertangkap pelakunya, karena itulah diberi nama ‘penembakan misterius’.

2. Kasus Marsinah

Marsinah via majalahkartini

Marsinah dikenal sebagai pembela hak buruh di zaman Orde Baru yang penegakan hukumnya sangat berat. Dia adalah seorang buruh di PT. Catur Putra Surya yang berada di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur. Pada tahun 1993, di usianya yang ke 24 tahun, Marsinah hilang dari tempat kerja dan rumahnya selama tiga hari dan kemudian mayatnya ditemukan di hutan desa Wilangan dengan keadaan yang mengenaskan. Pada mayatnya ditemukan banyak sekali bekas penganiayaan berat yang diperkirakan menjadi sebab kematiannya.

Usut punya usut, sebelum hilangnya Marsinah, dia menggerakkan massa buruh untuk menuntut kesejahteraan buruh dengan kenaikan gaji dari Rp 1.700 per hari menjadi Rp 2.250. Esoknya, setelah aksi mogok kerja dilakukan, 13 buruh diamankan, dan Marsinah tidak pernah kembali sejak saat itu sampai tubuhnya ditemukan tak bernyawa lagi. Misteri masih menyelimuti kasus ini, karena pelaku penganiayaan belum terungkap sampai saat ini.

3. Hilangnya Widji Tukul

Widji Thukul via cnnindonesia

Gak cuma buruh yang hilang secara misterius, tapi juga sastrawan. Widji Thukul adalah seorang penulis dan aktivis kemanusiaan zaman Orde Baru. Karya-karyanya memang seringkali mengkritik kerja pemerintah dan membuat kuping para atasan panas. Pada satu demonstrasi yang dicetus olehnya, anggota keamanan mencekalnya dan membenturkan mata kanannya pada bak pickup.

Widji Thukul hilang pada April 1998, sebulan sebelum runtuhnya Orde Baru. Diperkirakan ia hilang, diculik bersama beberapa aktivis lain yang hilang pada saat itu. Sampai sekarang belum diketahui keberadaannya, bahkan masih misterius apakah ia masih hidup atau tidak.

4. Kasus Udin

Wartawan Udin via jalansejarah

Nama lengkapnya adalah Fuad Muhammad Syafruddin yang merupakan seorang wartawan di Bernas (Berita Nasional) sejak tahun 1986. Udin seringkali memuat berita yang menampilkan kebrobokan pemerintah Orde Baru di media massa. Tak ayal, sepak terjangnya itu membawanya menuju kematian yang misterius.

Selasa malam, 13 Agustus 1996, Udin diserang oleh sekelompok orang misterius di depan kontrakannya hingga babak belur dan mengalami kondisi koma. Esoknya ia menjalani operasi otak, namun nyawanya tidak tertolong karena luka parah di kepala dikarenakan pukulan batang besi yang keras. Sampai saat ini awak media masih mengganggapnya sebagai pahlawan yang dibunuh secara misterius karena berita.

5. Tragedi G30S

Inspeksi Soeharto di Lubang Buaya via tempo

Yang terakhir ini merupakan kejadian yang paling misterius dan sampai sekarang belum ada penjelasan yang jelas mengenai tragedi pembunuhan tujuh jenderal di Lubang Buaya, Jakarta. Pada pagi dini hari 1 Oktober 1965, tujuh jenderal diculik dan dibantai oleh pihak yang sampai sekarang belum jelas identitasnya dengan keji, dan mayatnya dibuang ke sebuah sumur di daerah Lubang Buaya. Pemerintah Orde Baru menjatuhkan tuduhan pada PKI (Partai Komunis Indonesia) dan organisasi lain yang dianggap berhaluan kiri sebagai pelaku.

Penangkapan 12.000 orang yang dituduh komunis dilakukan oleh Soeharto, tanpa pengadilan yang sah. Dan saat Orde Baru berakhir, banyak kesaksian-kesaksian yang meragukan tuduhan Soeharto terhadap PKI. Sampai sekarang tanggal 1 Oktober dijadikan hari Kesaktian Pancasila, namun misteri dari kejadian yang mencekam sejarah Indonesia ini belum juga usai.