Ini 5 ulah paling usil yang pernah dilakukan Korea Utara untuk Korea Selatan

Terpisahnya Korea menjadi bagian Utara dan Selatan ternyata berkaitan dengan apa yang terjadi di Perang Dunia II. Uni Soviet dan Amerika Serikat dinyatakan memiliki andil dalam membelah negara ini. Lalu, terbentuklah Rakyat Demokratik Korea Utara dan Republik Korea. Keduanya terpisah di 38 derajat lintang utara, perbatasan ini dikenal dengan 38th parallel. Pada Juni 1950, militer Korut menyeberang dan menginvasi Korsel. Karena hal inilah kemudian Perang Korea terjadi selama 3 tahun dan menyebabkan 2 juta nyawa melayang sebelum akhirnya terjadi gencatan senjata.

Tapi, perjanjian perdamaian tidak pernah ditandatangani kedua pihak. Ini membuat keduanya hingga kini masih saja ‘berperang’. Di antara ‘perang-perang’ yang terjadi di antara Korea Utara dan Selatan, ada beberapa cara aneh yang digunakan Korea Utara untuk mengusik Korea Selatan. Kalau membacanya di bawah, mungkin kamu akan heran atau juga tertawa.

1. Mengirim sampah pakai balon

Ketegangan antara Korut dan Korsel sempat mencapai puncaknya di awal tahun 2016, setelah Korut melakukan uji coba nuklir keempat di bulan Januari. Setelahnya, Korsel menyalakan speaker untuk menyebar propaganda dan musik K-pop. Tak mau kalah, Korut pun membalas. Mereka memborbardir Korsel dengan balon-balon yang membawa selebaran propaganda, sampah, tisu toilet dan juga puntung rokok.

ballon trash south korea via inquisitr com
via inquisitr.com

Untuk kasus ini, pihak militer Korsel menolak untuk mengatakan sampah apa saja yang dikirim oleh Korut. Namun sampah-sampah balon ini jelas merepotkan polisi dan militer serta menimbulkan kerusakan properti.

2. Menyebarkan virus melalui game komputer

Sangat mengejutkan ketika tahun 2014 Korut berhasil membajak Sony, apalagi Korut dikenal sebagai negara yang lamban untuk masalah teknologi. Tapi perang cyber memang jadi salah satu senjata andalan Korut. Terlebih ketika mengetahui bahwa kecintaan akan game komputer di Korsel sangat besar, Korutpun langsung memanfaatkannya. Secara sembunyi-sembunyi mereka menyebar game penuh malware di Korsel. Akibatnya komputer-komputer yang menginstal game tersebut akan menjadi ‘penengah’ Korut melawan infrastruktur Korsel.

hack via desktopimages org
via desktopimages.org

Setidaknya lebih dari 100.000 komputer penduduk Korsel yang terserang virus ini. Disebutkan oleh sebuah sumber bahwa kala itu seorang pengembang game Korsel yang bertemu seorang Korut kemudian membeli sebuah game dan menyebarkannya di perusahaan-perusahaan Korsel. Tapi karena penggunaan video game yang tinggi, Korsel jadi kesusahan melacak malware ini.

3. Mendirikan bangunan yang lebih besar

Pada tahun 1980an, Korsel mendirikan sebuah tiang bendera setinggi 98 meter di desa Taesong-Dong, tepat di dekat Kijong-dong. Tiang ini didirikan lengkap dengan bendera raksasa Korsel. Tak mau kalah, Korut juga mendirikan bangunan tiang bendera setinggi 160 meter di Kijong-dong. Saat itu, tiang bendera Korut adalah yang tertinggi di dunia.

kijong dong via lazerhouse org
via lazerhouse.org

Tidak hanya itu, Korut juga membangun May Day Stadium, stadion paling besar di dunia setelah Korsel memiliki stadium di tahun 80an dan dipakai sebagai tuan rumah Olipiade di 1988. Hotel Ryugyong yang juga dijuluki hotel tertinggi di dunia juga dibangun untuk menjadi menandingi hotel 226 meter milik Korsel. Hanya saja pada konstruksi dihentikan di awal 90-an karena krisis yang dialami oleh Korut. Baru pada 2008 bangunan ini dilanjutkan pembangunannya.

4. Dijebak dengan wanita cantik

Ketika orang asing terutama yang berasal dari Korsel atau Jepang datang mengunjungi Korut akan diberi pendamping. Tidak jarang pendampingnya adalah seorang wanita cantik dan seksi yang menawarkan kisah cinta ‘panas’ dan tidak sesaat. Hal ini memang disengaja sebab setelah pria asing tersebut meninggalkan Korut, tak lama mereka akan dihubungi dan diberitahu bahwa pendamping mereka telah melahirkan anak mereka.

wanita korea utara via qz com
via qz.com

Skema penjebakan ini diharapkan oleh Kim Jong Il agar anak blasteran tersebut bisa dicuci otak dan dijadikan mata-mata yang bisa dikirim ke negara asalnya. Anak-anak khusus itu akan dibesarkan di daerah khusus di Pyongyang, kebutuhannya dipenuhi negara dan mereka juga dijaga sebagai aset masa depan.

5. Mengirim faks berisi ancaman

Dalam rangka menanggapi protes Anti-Korut di Korsel pada tahun 2013, Korut mengirimi Menteri Pertahanan Korsel sebuah faks berisi ancaman penyerangan karena sudah menghina Korut. Korsel lalu mengirim faks balasan bahwa mereka akan menyerang balik jika serangan tersebut benar-benar terjadi.

mesin faks via youtube com
via youtube.com

Kalau bukan karena situasi serius yang dihadapi, kejadian saling berbalas faks ini tentu bisa jadi cerita yang lucu. Ini memang bukan pertama kali Korut mengirimi Korsel faks. Di awal tahun yang sama, Korea Utara juga mengirimkan faks-faks ke banyak perusahaan di Korsel yang bertujuan membuat mereka marah terhadap pemerintah Korea Selatan.

Unik juga ya cara Korea Utara mengusili Korea Selatan. Pertikaian kedua negara terpisah ini jadi seperti dua sahabat yang sedang usil dan tidak mau kalah satu sama lain. Iya nggak?