8 Alasan jadi anak rumahan lebih asik timbang kelayapan

Anak rumahan adalah predikat yang punya kesan negatif dalam pergaulan. Jika kamu punya teman yang lebih suka langsung pulang setelah kuliah atau bekerja, sudah hampir pasti cap ‘cupu’ atau ‘kurang gaul’ akan langsung disematkan pada yang bersangkutan.

Tapi jangan salah. Jadi anak rumahan enggak selamanya membosankan dan identik dengan dunia kuper alias kurang pergaulan. Justru mereka-mereka yang selama ini lebih sering kelayapan perlu banyak belajar dari para anak rumahan.

Berikut NgeHits berikan delapan alasan mengapa jadi anak rumahan lebih asyik daripada terlalu sering hangout.

1. Nyaman

Nyaman di Rumah via Bathedit
Nyaman di Rumah via Bathedit

Rumah adalah satu-satunya tempat di mana kamu bisa dapetin semua yang kamu butuhkan. Makan, mandi, tidur, semua ada. Ingin minum kopi, tinggal nyeduh. Lapar? Tinggal bikin mie atau pergi ke warung terdekat. Kesepian? Tenang aja, bakal selalu ada keluarga yang siap nemenin kamu kok.

2. Hemat

Makan di Dalam Kamar via Lafitness
Makan di Dalam Kamar via Lafitness

Bisa hampir dipastikan pengeluaran kita bakal semakin bertambah jika kita memilih pergi-pergi keluar. Pasti ada aja godaan untuk jajan di luar. Beda dengan di rumah. Makanan sudah pasti tersedia dan bisa jadi jumlahnya berlimpah. Selain itu, makanan dan minuman di rumah juga terjamin kebersihannya lho.

3. Ketenangan

Santai di Kamar via Atlanta Midtown
Santai di Kamar via Atlanta Midtown

Rumah adalah tempat yang amat nyaman bagi sebagian orang, karena bisa menawarkan ketenangan yang gak bisa didapatkan di tempat lain. Gak bisa dipungkiri bahwa ada beberapa orang yang justru merasa tersiksa jika harus bertemu atau terlibat di acara yang melibatnya banyak orang. Mereka yang merasa seperti ini biasanya sering menghitung jam-jam menjelang kepulangan ke rumah tercinta.

4. Bebas

Bebas di Rumah Sendiri via One Womans View
Bebas di Rumah Sendiri via One Womans View

Sebelum jalan-jalan keluar, selain harus menyiapkan uang, kamu juga harus memperhatikan betul pakaian yang kamu pakai. Selain itu, kamu juga gak bisa bersikap sembarangan ketika sedang ada di kafe, bioskop, atau tempat umum lain. Di rumah? Kamu bebas ngapain aja. Mau makan sambil tidur, baca komik sambil ngupil, enggak ada yang ngelarang!

5. Keluarga

Keluarga Bersantai via Listovative
Keluarga Bersantai via Listovative

Berapa banyak waktu yang kamu habiskan bersama keluarga dalam seminggu? Menjadi anak rumahan bakal memberikan kamu kesempatan untuk menjalani quality time bareng keluarga. Ini penting, karena di saat kamu mengalami hal-hal yang gak diinginkan nantinya, keluarga-lah yang sudah pasti bakal membantu kamu tanpa syarat apapun.

6. Pribadi

Santai di Kamar via Our Better Health
Santai di Kamar via Our Better Health

Bagi kamu yang sering membutuhkan waktu-waktu untuk diri sendiri atau pribadi, menjadi anak rumahan adalah salah satu cara terbaik untuk melakukannya. Dengan menghabiskan waktu di rumah atau di kamar tercinta, kamu punya kesempatan untuk mengembangkan diri sebaik mungkin. Pas banget bagi mereka yang punya hobi menulis atau melukis.

7. Tidak ada pengalaman buruk

Yoga di Rumah via Foobot
Yoga di Rumah via Foobot

Sesekali berjalan-jalan memang tidak ada salahnya. Tapi pasti bakalan ngeseli kalo kamu tiba-tiba ketemu sosok yang enggak diinginkan, kayak mantan yang udah lama gak ada kabarnya atau temen lama yang tiba-tiba nyerocos ngajakin ikut MLM. Nah, jika kamu memilih menghabiskan waktu di rumah, situasi kayak gini enggak bakalan kamu temui. Kamu juga enggak perlu susah-susah menghindar dari teman atau mantanmu, enak kan?

8. Teman berkualitas

Persabahatan via Happiness Weekly
Persabahatan via Happiness Weekly

Orang-orang yang sering keluyuran seringkali identik dengan sosok yang gaul dan punya banyak teman. Memang benar sih, dengan sering ketemu banyak orang, kemungkinan punya kenalan dan koneksi akan semakin terbuka. Tapi bukan berarti anak rumahan enggak punya teman. Memang tidak terlalu banyak, namun seringkali mereka adalah sosok-sosok teman berkualitas, yang selalu ada ketika sahabatnya membutuhkan.