Bahagia bisa ganggu kesehatan, benarkah?

Jauhilah kesedihan dan hindari depresi, karena hal ini bisa mempengaruhi kinerja organ tubuh, yang pada gilirannya akan berpengaruh pada kesehatan. Namun jangan salah, penelitian yang belum lama ini dilakukan di Swiss menemukan bahwa kebahagiaan juga bisa memberikan dampak buruk pada tubuh.

Laporan yang diturunkan oleh Science Alert menyebutkan bahwa para peneliti menemukan fakta unik, di mana jantung bakal mengalami kelemahan di bagian otot-ototnya, atau dikenal dengan sindrom Tokotsubo (TTS), ketika seseorang sedang mengalami peristiwa bahagia.

Mereka yang mengalami TTS akan merasakan gejala berupa nyeri di bagian dada, nafas sesak, dan hal ini akan bisa mengakibatkan serangan jantung yang berujung pada kematian. Sindrom TTS sendiri ditemukan kali pertama pada 1990, di mana kala itu para peneliti mulai menemukan hubungan antara kondisi psikologis seperti marah, ketakutan, dan kesedihan, dengan kondisi jantung.

Mbak bahagia? Hati-hati serangan jantung via kompas.com
Mbak bahagia? Hati-hati serangan jantung via kompas.com

Menariknya, kebahagiaan juga bisa menimbulkan efek serupa. Hal ini dipertegas oleh penelitian yang dilakukan oleh University Hospital di Zurich, yang mendata tak kurang dari 1.750 pasien dengan TTS dan ada beberapa di antara mereka yang mengalami sakit di bagian dada usai mendapat kabar atau peristiwa bahagia. Dari 485 kasus TTS yang terjadi, tercatat 20 kasus atau 4 persen di antarnya disebabkan oleh momen-momen yang sebenarnya bersifat positif.

Momen-momen yang dimaksud antara lain ulang tahun, kelahiran anak, dan pernikahan. Sedangkan hal-hal negatif yang bisa memancing terjadinya malfungsi jantung antara lain kematian sosok dekat, kecelakaan, pemakaman, dan juga masalah yang erat kaitannya dengan hubungan asmara.

Oleh karena itu, para dokter yang memiliki pasien dengan keluhan kondisi jantung ada baiknya juga mempertimbangkan kemungkinan mengenai terjadinya peristiwa bahagia, alih-alih menyarankan sang pasien menghindari emosi negatif seperti marah, sedih, dan lainnya. Hal ini sesuai dengan saran yang disampaikan oleh salah satu anggota tim peneliti, Gadhri.

Bagaimana menurut kalian? Ternyata bahagia pun juga bisa memberikan efek negatif yang bahkan bisa membahagiakan nyawa. Jangan lupa share tulisan ini ke orang-orang yang kalian sayangi.