Tidur tak teratur itu lebih berbahaya daripada begadang

Begadang sudah jadi kebiasaan lazim bagi mereka yang bekerja kantoran. Kebiasaan melewatkan jam tidur di malam hari dilakukan demi mengejar deadline pekerjaan atau melakukan lembur. Umumnya, kebanyakan orang bahkan menilai tidur beberapa jam sudah cukup menggantikan waktu tidur reguler.

Namun jangan salah. Sebuah penelitian di Amerika Serikat belum lama ini justru menyimpulkan bahwa tidur tidak teratur justru akan memberikan bahaya yang lebih besar daripada mereka yang begadang.

Disebutkan bahwa orang-orang yang cuma tidur enam jam semalam selama dua minggu akan jauh lebih merasa terganggu, dibandingkan mereka yang sama sekali tak memejamkan mata selama dua hari beruntun, sebagaimana dilansir oleh Science Alert.

Begadang via infobekasi
Begadang via infobekasi

Dalam penelitian ini, total ada 48 orang yang dilibatkan. Masing-masing mendapatkan ujian tertentu tiap dua jam untuk mengukur berbagai aspek seperti kinerja kognitif dan waktu reaksi. Para peneliti juga mengajukan beberapa pertanyaan untuk mengetahui apa yang tengah dirasakan dan juga seberapa besar rasa kantuk yang dialami.

Pada akhirnya, kelompok yang terlibat pada percobaan ini menyatakan bahwa tubuh mereka masih terasa sehat dan berfungsi seperti biasa.

Namun patut diingat bahwa tak tidur sama sekali dalam sehari tidak sama dengan tidur selama enam jam. Mereka yang begadang baru akan merasakan efek kumulatif dalam jangka waktu yang lebih lama.

Selain itu, kurangnya waktu tidur berkualitas juga akan mempengaruhi aktivitas kita dalam pekerjaan dan kehidupan sehari-hari. Pastikan kamu selalu memperhatikan hal ini demi menjaga kualitas diri dan juga kesehatan.