Wah! Ternyata tidak semua vitamin baik untuk kesehatanmu

Sejak kecil, mungkin kamu sudah dibiasakan untuk mengkonsumsi makanan, minuman, atau suplemen yang mengandung banyak vitamin. Kalau kata orang tua sih biar sehat dan pintar, makanya dari kecil sudah diberi banyak suplemen vitamin.

Eh, ternyata hal itu tidak sepenuhnya benar lo. Ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan sebelum membeli atau mengkonsumsi suplemen vitamin agar tidak terjadi hal yang diinginkan. Maunya sehat eh kok malah sakit karena vitamin?

1. Vitamin A: Antioksidan malah mendukung kanker

Makanan mengandung antioksidan via davinadiaries

Siapa sih yang gak mau awet muda? Terbukti akhir-akhir ini semakin digencarkan konsumsi makanan-makanan yang mengandung antioksidan tinggi. Buah-buahan seperti strawberry dan blueberry memiliki kandungan vitamin-vitamin yang dapat mencegah tanda-tanda penuaan seperti keriput, dan kini juga hadir dalam bentuk suplemen obat.

Tapi kamu harus hati-hati dengan godaan khasiat awet muda ini, karena kalau konsumsi vitamin A, E dan C itu terlalu banyak, akan berbalik menjadi petaka. Sebuah penelitian dilakukan pada beberapa pria perokok, yang menunjukkan peningkatan resiko kanker pada mereka yang mengkonsumsi vitamin A secara berlebihan daripada yang tidak. Sebenarnya, tubuh kita tidak  membutuhkan vitamin A, C, dan E yang terlalu banyak.

2. Vitamin B3: penyebab infeksi dan penyakit pada liver

Vitamin B3 via spineuniverse

Dikenal juga dengan niacin, vitamin ini telah dipercaya mampu berkhasiat untuk mengatasi beberapa penyakit kronis seperti kolesterol, diabetes, atau jantung. B3 biasanya digunakan untuk menurunkan tingkat kolesterol jahat (LDL) dan menaikkan kolesterol baik (HDL). Namun ternyata penelitian medis menunjukkan hal yang mengerikan lo. Para pasien yang mengkonsumsi vitamin B3 secara rutin cenderung mengalami infeksi, masalah pada liver dan pendarahan dalam. Bahkan juga malah memiliki efek samping negatif pada pencegahan penyakit jantung. Dengan bukti tersebut, akhirnya vitamin ini tidak lagi diberikan secara medis.

3. Vitamin C: tidak akan menyembuhkan demam dan gejala flu

Suplemen vitamin C via juicing-for-health

Hayo, kamu masih percaya kalau vitamin C itu bisa menyembuhkan demam atau gejala flu? Buang jauh-jauh persepsi yang tidak tepat itu, karena sebenarnya vitamin C tidak berperan dalam penyembuhan flu. Para pekerja medis pun sekarang tidak lagi memberikan suplemen vitamin C pada pasien yang mengeluhkan gejala flu, karena ternyata efek sampingnya jauh lebih mengerikan kalau kamu sampai overdosis vitamin C.

Penyakit yang bisa timbul karena konsumsi vitamin C berlebihan adalah batu ginjal. Hii menyeramkan ya! Batas maksimal konsumsi vitamin C per hari adalah 2000 mg, jadi jangan sampai kamu melebihi batas tersebut!

4. Vitamin E: pemicu kanker prostat

Suplemen vitamin E via Vanderbilt

Vitamin E sudah lama dipercaya sebagai anti oksidan dan anti kanker, sehingga mudah sekali ditemukan suplemennya dan dijual secara bebas. Tapi ternyata ada bahaya yang tersimpan di balik kapsul-kapsul itu, yakni resiko kanker. Sebuah penelitian dilakukan pada 36.000 pria yang mengonsumsi suplemen vitamin E secara rutin ternyata memiliki resiko kanker prostat yang tinggi, dan juga resiko kematian karena penyakit itu. Karena itulah suplemen vitamin E tidak lagi diresepkan oleh dokter.

5. Multivitamin

Multivitamin via ppcorn

Yang satu ini pasti masih salah kaprah. Karena mengandung vitamin A, B, C yang dianggap bermanfaat bagi tubuh, banyak yang mengkonsumsi multivitamin secara berlebihan. Sebuah penelitian pada tahun 2012 mematahkan anggapan bahwa multivitamin adalah suplemen yang baik untuk tubuh. 39.000 perempuan yang telah mengkonsumsi multivitamin secara rutin selama 25 tahun, memiliki resiko kematian yang lebih tinggi. Wuuh mengerikan ya! Tapi tenang, kebutuhan akan vitamin sebenarnya bisa dipenuhi dengan diet makanan yang sehat tanpa perlu mengkonsumsi suplemen.