Penyebab obesitas dan 5 fakta aneh tentang polusi ini belum kamu tahu

Seluruh dunia saat ini mempunyai masalah serius dengan polusi. Nggak terkecuali negara-negara maju sekalipun. Polusi di negara maju tentunya lebih banyak terjadi dikarenakan perkembangan industri yang sangat pesat. Tentu saja kerusakan utama karena polusi menimpa lingkungan kita. Itu adalah fakta yang terelakkan lagi.

Selain fakta bahwa polusi merusak lingkungan, ternyata ada beberapa fakta aneh yang berhubungan dengan polusi. Salah satunya yaitu polusi dapat menyebabkan kegemukan. Kok bisa? Kegemukan karena polusi disebabkan karena tubuh kita yang perlahan-lahan nggak mampu membakar energi. Hal terjadi karena kita telalu banyak menghisap asap kendaraan dan rokok. Menurut para pakar, partikel kecil yang berada pada asap kendaraan dan rokok menyebabkan peradangan pada tubuh. Jika kita nggak berusaha mencegahnya, maka kemampuan tubuh membakar energi berkurang, sehingga menyebabkan kegemukan. Fakta mengejutkan lainnya tentang polusi bisa kamu simak di bawah ini.

1. Polusi bisa menyusutkan otak

Sebuah studi yang dikeluarkan pada tahun 2015 mengemukakan bahwa, ukuran otak manusia bisa menyusut karena polusi udara dalam jangka panjang. Riset yang dilakukan diĀ Beth Israel Deaconess Medical Center, Boston, menunjukkan resiko penyusutan volume otak sebanyak 0,32 persen. Penyusutan tersebut terjadi jika polusi udara yang disebabkan oleh, misalnya asap kendaraan, meningkat sebanyak 2 mikogram per kubik meter.

Otak menyusut via wikis.engrade
Otak menyusut via wikis.engrade

Jumlah penyusutan tersebut setara dengan penuaan yang terjadi pada otak dalam satu tahun. Mereka menambahkan, peningkatan polusi dengan jumlah yang sama dapat memperbesar kesempatan sampai 46 persen terserang ‘silent stroke’. Gejala terserang penyakit ini tidak bisa dideteksi secara kasat mata, melainkan harus menggunakan scan otak. ‘Silent stroke’ sering dikaitkan dengan dementia dan berkurangnya kemampuan menggerakan tubuh.

2. Burung merpati terbang lebih cepat di udara berpolusi

Burung merpati dikenal karena kecepatan dan keterampilan navigasinya. Di samping itu, mereka juga terkenal akan keterampilannya pulang ke sarangnya. Sebuah tim peneliti di Cina mengamati kegiatan merpati dari tahun 2013 sampai 2014. Cina merupakan negara dengan polusi udara yang parah, sehingga menurut mereka hal ini akan mengurangi kemampuan merpati pulang ke sarangnya.

Burung merpati via livescience
Burung merpati via livescience

Temuan mengejutkan didapat dari penelitian ini. Ternyata kecepatan terbang merpati semakin meningkat di area berpolusi tinggi. Para peneliti nggak tahu kenapa bisa begini. Beberapa teori menyebutkan, hal ini ada kaitannya dengan bau yang penting bagi merpati . Senyawa organik dan non-organik yang ada di udara berpolusi, kemungkinan berguna untuk memetakan perjalanan mereka menuju sarang.

3. Hongkong adalah negara dengan polusi cahaya terburuk di dunia

Disamping memiliki masalah polusi udara, Hongkong juga mempunyai tingkat polusi cahaya yang tinggi. Langit malam Kota Hongkong yang 1.000 kali lebih terang dari ukuran standart internasional membuat Hongkong menjadi kota dengan polusi cahaya tertinggi di dunia. Ada dua sebab kenapa polusi cahaya menjadi masalah besar di Hongkong.

Cahaya di Kota Hongkong via hku
Cahaya di Kota Hongkong via hku

Pertama, Hongkong tidak memiliki regulasi mengenai tata pencahayaan kota seperti di Sydney dan London. Kedua, pemerintah kota Hongkong terobsesi dengan keselamatan. Untuk mejaga keselamatan, tempat umum di Hongkong, seperti tempat parkir, diberi penerangan secerah siang hari. Daerah pedesaan juga tak luput dari polusi cahaya. Hal ini cukup memprihatinkan, karena penerangan yang tidak terlalu penting pada malam hari menurut beberapa studi dapat mengganggu kehidupan hewan malam.

4. Polusi udara sudah terjadi pada jaman Mesir Kuno

Umumnya polusi udara nggak mungkin terjadi di masa lalu. Namun, sebuah penemuan menunjukkan bahwa polusi udara juga terjadi di jaman kuno. Peneliti telah menemukan partikel yang mirip dengan asap kendaraan pada paru-paru 15 mumi di Mesir.

Mumi mesir kuno via desmoinesregister
Mumi mesir kuno via desmoinesregister

Pada tahun 2011, Roger Montgomerie menemukan level partikel yang ada di paru-paru mumi hampir sama dengan yang ada pada manusia modern. Lalu dari mana penduduk Mesir kuno mendapat partikel polusi ini? Jawaban yang masuk akal adalah dari kegiatan sehari-hari mereka yang tak lepas dari pertambangan, pekerjaan yang berhubungan dengan besi, dan memasak. Meskipun begitu polusi udara di era modern tetap lebih tinggi daripada jaman kuno.

5. Polusi membuat burung bernyanyi lebih merdu

Nggak mungkin polusi mempunyai keuntungan untuk makhluk hidup. Tapi, sebuah penelitian menunjukkan sebaliknya. Burung jantan bisa bernyanyi lebih merdu karena polusi. Seorang peneliti dariĀ Cardiff University di Wales, Shai Markman menggunakan burung jajak Eropa sebagai subjek penelitiannya.

Burung bernyanyi via sciencedaily
Burung bernyanyi via sciencedaily

Shai menggunakan burung jajak Eropa karena kebiasaan mencari cacing di got-got yang tentunya mengandung polusi. Ternyata, makanan berpolusi tersebut mengaktifkan salah satu area di otak burung yang bertugas mengembangkan kemampuan bernyanyi. Hal tersebut membuat burung jantan bernyanyi lebih panjang dan kompleks. Bagaimanapun juga, zat polutan yang dikonsumsi burung jajak membuat sistem kekebalan tubuhnya menurun.

Nah, fakta aneh tentang polusi tersebut mengejutkan bukan? Oleh karena itu, mulai sekarang kurangin deh kegiatan yang turut menyumbang polusi bagi lingkungan sekitar.