7 Fakta hidup di Turki yang tidak sedamai di dramanya

Selain drama India dan drama Korea, Indonesia juga masih demam drama Turki. Di salah satu televisi swasta saja ada yang menyajikan beberapa judul drama Turki dalam satu hari dengan jam tayang yang luar biasa karena sampai tengah malam. Tapi terbukti drama Turki menjadi tontonan alternatif selain sinetron Indonesia sendiri.

Setelah menonton drama Turki, mungkin kamu terbesit untuk tinggal di Turki. Iya nggak? Jangan kebayang yang indah-indah doang, kamu juga harus tahu fakta hidup di Turki yang berikut ini :

1. Agama mayoritas adalah Islam

Menurut data pada tahun 2012, 96 persen lebih masyarakat di Turki beragama Islam, sedang sisanya beragama Kristen, Yahudi atau bahkan tidak beragama. Tapi ini tidak menjadi Turki sebagai negara Islam.

islam di turki
Islam dan Turki via transatlanticacademy.org

Turki lebih dikenal sebagai negara sekuler yang tidak memiliki agama negara resmi. Ini disebabkan karena Konstitusi Turki memberikan kebebasan dalam beragama.

2. Jilbab dan janggut panjang pernah dilarang

Larangan berjilbab di Turki sudah ada sejak beberapa dekade lalu. Ini dikarenakan pemakaian hijab dianggap sebagai simbol dari politik islam.

To match feature TURKEY/ISLAM-EDUCATION
Murid di Turki via jpost.com

Walau begitu, pelarang ini kemudian mulai berangsur dihilangkan. Sejak 2011, jilbab mulai digunakan di universitar, kemudian 2013 untuk gedung pemerintahan dan 2014 untuk di sekolah-sekolah.

3. Macet dan ketidakramahan pada pejalan kaki

Dari jejak pendapat yang dilakukan di Quora.com, sebuah pertanyaan tentang “Seperti apa sih tinggal di Istanbul itu?” Maka jawaban yang muncul kebanyakan adalah macet. Macet biasanya terjadi pada tiap hari senin, hari libur dan juga weekend. Yah tidak jauh beda dengan kota-kota di Indonesia ya.

KURBAN BAYRAMI'NDA TATILCILERIN DONUS YOLCULUGU
Macet di Turki via worldbulletin.net

 

Selain itu, pengendara di Turki juga dikenal tidak ramah pada pejalan kaki. Menyebrang juga jadi ‘kegiatan’ yang sangat sulit dilakukan di sana karena pengendara sering tidak memberi kesempatan. Selain itu, aturan lalu lintas di Turki juga sering dianggap angin lalu alias tidak dipatuhi.

4. Harga mobil yang super mahal

Di berbagai drama Turki tokoh pria biasanya memiliki mobil yang cukup mewah. Mungkin karena tokoh tersebut dari keluarga kaya atau seorang pimpinan perusahaan besar. Tapi apakah semua pria punya mobil mewah di Turki?

cinta musim ceri
Cinta di Musim Ceri via bizimkocaeli.com

Dari jejak pendapat di Quora.com disimpulkan bahwa harga mobil di Turki lebih tinggi ketimbang negara Eropa lainnya, apalagi jika mobilnya harus diimpor. Bahkan untuk mobil bekas sekalipun dikutip dari Yellali.com, tidak mengalami penurunan harga yang cukup signifikan layaknya negara Eropa lain seperti Inggris. Ditambah lagi, harga bahan bakar di Turki juga yang termahal nomor 3 di dunia.

5. Biaya hidup yang mahal

Dibandingkan dengan Indonesia, biaya hidup di Turki menurut Numbeo.com jauh lebih mahal yaitu sekitar 24,10% lebih tinggi.  Sewa menyewa di Turki juga lebih mahal sekitar 11,26% lebih tinggi ketimbang Indonesia.

uang turki
Uang Turki via turkishtravelblog.com

Namun gaji bersih setelah pajak rata-rata di Turki termasuk tinggi pula yaitu sekitar 1.929 Lira atau hampir 9 juta Rupiah per bulan.

6. Turki negara rawan konflik?

Kalau dalam serial drama sudah tentu tidak diperlihatkan bahwa Turki adalah negara yang rawan konflik. Tapi jika menilik pada berita yang belakangan ada di media, Ankara sering menjadi sasaran ledakan yang tak jarang memakan korban. Lantas apakah Turki adalah negara rawan konflik yang tidak aman ditinggali?

ankara explosion
Ledakan Ankara via thesun.co.uk

Karena letaknya yang berdekatan dengan negara-negara potensi konflik seperti Irak, Armenia, Rusia, Yunani dan juga Syria otomatis menjadikan Turki sebagai negara yang bisa saja ikut terkena konflik. Walau begitu, Turki termasuk negara dengan keamanan yang tinggi. Tingkat kriminalitas di sini pun terbilang rendah. Kejahatan atau kriminal yang paling tinggi di Turki adalah copet.

7. Kekerasan pada wanita itu lumrah

Pada data yang dihimpun oleh pemerintahan Turki dari tahun 2009, 42 % wanita mengatakan pernah secara fisik atau seksual dilecehkan oleh suami atau pasangannya. Setengah dari mereka tidak pernah melaporkan kekerasan yang dialami, hanya 8% saja yang pernah melapor pada polisi. Namun mereka bukannya dilindungi malah hanya diminta untuk kembali ke rumah dan berbaikan.

kdrt
KDRT via antastique.net

Menurut sebuah studi pada tahun 2009, kekerasan terhadap perempuan sudah menjadi masalah yang pasti menimpa 40%  populasi wanita di negara itu. Karena itu bisa dibilang kekerasan pada istri dari suami sudah menjadi hal yang lumrah terjadi. Bahkan keributan yang terjadi pasa sepasang suami istri bis jadi tontonan gratis tetangga lainnya, ketimbang melaporkannya ke polisi.

Ternyata memang kehidupan di Turki tidak sesantai dan seindah yang ada di dramanya ya. Walau tidak ramah untuk ditinggali, tetapi Turki tetap bisa jadi tujuan wisata lho asal kamu memperhatikan aturan yang ada, sebagian sudah Ngehits sebutkan tuh di atas.