7 Fakta unik tentang sidik jari

Pernahkah kamu diam sejenak, kemudian memerhatikan sidik jarimu? Bagaimana itu bisa terbentuk, mengapa seperti itu bentuknya, apa yang membuatnya berbeda dengan milik orang lain? NgeHits punya beberapa fakta unik tentang siduk jari yang belum pernah kamu ketahui sebelumnya.

1. Ternyata ada orang yang tidak memiliki sidik jari

Tidak punya sidik jari via io9

Ada tiga kondisi genetic yang mencegah pembentukan sidik jari, sindrom Naegeli-Franceschetti-Jadassohn, Dermatopathia Pigmentosa Reticularis (DPR), dan adermatoglyphia. Sindrom NFJ dan DPR menyebabkan beberapa gejala lainnya, bahkan lebih parah dari jari yang mulus. Adermatoglyphia hanya memiliki satu gejala: tidak ada sidik jari. Kadang hal ini disebut dengan “penyakit penunda imigrasi”, karena penyakit ini menyebabkan masalah pada orang yang ingin bepergian keluar negeri.

2. Tidak ada yang memiliki sidik jari yang sama dengan orang lain

Sidik jari tidak pernah sama via bevfitchett

Coba bayangkan, saat ini ada 7,4 milyar manusia yang hidup di bumi dan satupun dari kita memiliki sidik jari yang sama dengan orang lain, bahkan orang yang terlahir kembar pun memiliki sidik jari yang berbeda. Itulah mengapa sidik jari dijadikan sebagai pondasi dari identifikasi manusia.

Hal ini sangat membantu dalam pengenalan identifikasi para kriminal di sekitar masyarakat. Mereka meninggalkan sidik jari mereka dimana-mana berkat minyak yang ada di tangan mereka. Sidik jari ini kemudian dapat ditampakkan, dicatat, dianalisa secara digital, dan dibandingkan dengan semua sidik jari yang sudah terekam. Berjuta-juta sidik jari yang sudah terekam dan dianalisa, tidak pernah ditemukan 2 sidik jari yang sama. Hmmm, menarik bukan?

3.Tahukah kamu bahwa koala juga memiliki sidik jari?

Sidik jari manusia dan koala via awesci

Sebenarnya sudah ada beberapa hewan lainnya yang memilik sidik jari unik, seperti gorilla, simpanse, dan koala. Dikarenakan oleh gaya hidup mereka yang arboreal (hidup di pohon), para ahli berpendapat bahwa sidik jari berevolusi karena akibat dari hidup di pohon. Menariknya, sidik jari koala-koala yang imut ini sangat mirip dengan milik kita, bahkan para ahli kesulitan untuk membedakannya. Ini sangat aneh, karena ukuran kita dengan koala tidak sama, apa yang kita lakukan dengan koala juga tidak sama, tapi sidik jari kita mirip dengan koala.

Bagaimana jika suatu saat, ada tindak kriminal yang belum terungkap, dan ketika diketahui siapa pelakunya, ternyata seekor koala? Mungkin kita sudah saatnya memiliki detektif koala.

4. Sidik jari memiliki daya tahan yang tinggi

Sidik jari untuk identifikasi via girlslikegiants

Sidik jari kita akan tetap terbentuk meskipun kita sudah meninggal. Hal ini dapat sangat membantu dalam pengidentifikasian tubuh. Meskipun dapat hilang, sementara, dikarenakan obat kemoterapi seperti capecitabine atau pekerjaan kasar seperti kuli batu dapat mengikis bahkan menghapus sidik jari. Namun jangan khawatir, karena regenerasi kulit kita yang cepat, sidik jari kita akan terbentuk lagi, dengan bentuk yang sama tentunya.

Karena sidik jari hampir tidak bisa hilang, saat diberlakukannya praktek analisis sidik jari di Amerika Serikat pada tahun 1930 an, para kriminal mulai menghapus sidik jari mereka secara sengaja. Beberapa ada yang mengikis sidik jarinya, bahkan ada juga yang membakar sidik jarinya dengan bahan kimia.

5. Dactyloscopy

Dactyloscopy via detektivnihry

Dactyloscopy adalah studi tentang sidik jari. Namanya berasal dari bahasa yunani ‘daktylos’ yang berarti jari dan juga ‘skopein’ yang berarti memeriksa. Siapa yang mengira bahwa ada orang yang akan mendalami ilmu tentang sidik jari.

6. Sidik jari mulai terbentuk dalam kandungan

Sidik jari bayi via everydaylife

Janin akan mulai mengembangkan serangkaian sidik jari unik mereka pada umur kehamilan tiga bulan. Dipercaya bahwa lingkungan perut ibu lah yang berperan dalam perkembangan sidik jari. Meskipun bayi yang kembar terlihat mirip, bahkan hampir di semua detailnya, tetapi sidik jari mereka tetap berbeda satu sama lain. Jika kamu ingin membedakan temanmu yang kembar, mungkin kamu bisa melihat dari sidik jarinya.

7. Sebelum dikenalnya perekaman sidik jari, ada yang namanya pengukuran tulang.

Ukur tulang via mentalfloss

Alphonse Bertillon adalah polisi perancis dan peneliti yang menekankan pada fakta bahwa proporsi tubuh setiap manusia berbeda. Dia mengembangkan cara untuk menggunakan foto untuk mengukur dimensi unik manusia, sebuah teknik yang masih digunakan yang dikenal sebagai “Mug shots”. Sistem tersebut dahulu disebut Bertillon System, yang ternyata diadopsi oleh agensi penegak hukum di Eropa dan Amerika Utara dan digunakan selama tiga dekade.