5 foto mengerikan ini juga punya kisah yang bikin kamu bergidik ngeri

Kehidupan kadang membuat kita tertekan. Nggak sedikit orang yang tak tahan menghadapi tekanan hidup dan akhirnya melakukan sesuatu di luar akal sehat. Beberapa mencoba bertahan di tengah kerasnya kehidupan, tapi nggak sedikit juga yang akhirnya melakukan hal di luar akal sehat bahkan sampai menghilangkan nyawa orang atau nyawa sendiri.

Seperti yang dialami oleh Reynaldo Dasga, seorang advokat dari Filipina. Saat merayakan tahun baru dengan keluarganya, tak lupa Dasga mengambil beberapa foto sebagai kenang-kenangan. Namun, kejadian yang nggak terduga terjadi. Seorang dengan pistol mengarah pada Dasga, yang saat itu sebagai pengambil gambar, tertangkap kamera. Untungnya peluru yang beberapa detik kemudian ditembakkan, nggak sampai bikin Dasga meninggal dunia. Politisi tersebut berhasil memenjarakan pelaku penembakan dengan tuntutan pencurian mobil.

Serem nggak sih, kalau orang yang mau ngebunuh kamu tertangkap kamera? Sampai kapanpun, kalau kamu ngelihat hasil foto itu bakalan ingat akan tragedi tersebut dan merinding sendiri. Beberapa foto mengerikan ini juga punya kisah serem dibaliknya.

1. Bunuh diri massal di Guyana

Pada 18 November 1978 terjadi bunuh diri massal yang tejadi di Guyana. Bunuh diri massal ini dipimpin oleh Jim Jones, pemimpin aliran kepercayaan Peoples Temple. Jim Jones mendirikan kepercayaan ini sebagai protes atas isu rasisme yang terjadi di tahun tersebut. Untuk mengumpulkan pengikutnya, ia melakukan kegiatan sosial dengan membantu orang-orang miskin dan orang kulit hitam.

Mayat bergelimpangan via gnngy
Mayat bergelimpangan via gnngy

Namun, aktivitas Peoples Temple mulai mendapat sorotan negatif ketika banyak anggotanya yang mulai berhenti menjadi anggota sampai mendapat kunjungan dari salah satu anggota kongres AS. Menyadari hal tersebut akan mendatangkan bahaya , maka Jones memerintahkan para pengikutnya untuk meminum Sianida yang dia sebut sebagai jalan cepat menuju sorga yang mulia. Aksi bunuh diri massal tersebut memakan korban sekitar 900 orang.

2. Korban Candy Man

Candy Man adalah identitas pembunuh berantai yang terkenal kejam di Amerika. Nama aslinya Dean Coril. Pembunuh ini memakan korban sebanyak 28 anak laki-laki antara tahun 1970 dan 1973. Dibantu oleh dua rekannya, Candy Man menyiksa, memperkosa, dan akhirnya membunuh korbannya. Saking seremnya pembunuh berantai ini, sampai dibuat film.

Korban Candy Man via ovguide
Korban Candy Man via ovguide

Pada tahun 2012 pembuat film Candy Man meminta ijin untuk melihat-lihat barang pribadi milik Candy Man yang disimpan keluarganya. Saat melihat barang-barang pribadi tersebut, pembuat film tersebut menemukan sebuah foto polaroid yang agak buram. Dalam foto tersebut adalah seorang anak laki-laki berambut pirang dengan tangan terikat. Nggak ada yang tahu siapa anak laki-laki itu. Hal tersebut menambahkan fakta, bahwa masih ada lagi korban yang dibunuh oleh Sang Candy Man.

3. Blanche Monnier

Cinta memang kadang bikin sengsara. Pengalaman ini dialami oleh seorang gadis bernama Blanche Monnier. Ia berasal dari sebuah keluarga terpandang di Perancis. Layaknya keluarga terpandang saat itu, Monnier dijodohkan dengan laki-laki yang sederajat ketika usianya sudah cukup untuk menikah. Tapi ia menolak perjodohan tersebut dan lebih memilih seorang pria yang lebih tua darinya. Selain lebih tua, pria tersebut adalah seorang pengacara yang sudah bangkrut.

Blanche Monnier via ayoye
Blanche Monnier via ayoye

Ganjaran yang diterimanya adalah pengasingan dari dunia selama 24 tahun. Selama itu ia diasingkan oleh ibu dan saudara laki-lakinya di loteng sempit. Kedua orang tersebut menganggap Monnier sudah hilang dan selalu menunjukkan rasa berduka ketika ada yang bertanya mengenai keberadaan Monnier. Sampai pada tahun 1901, polisi menerima surat kaleng yang memberitahu keberadaan seorang gadis di loteng rumah keluarga Monnier. Setelah dilakukan penyelidikan, Blanche Monnier ditemukan berada di loteng tersebut sengan kondisi kurus kering bersimbah kotorannya sendiri dan sisa-sisa makanan.

4. Seorang anak kelaparan di Sudan

Anak kecil dan burung bangkai via iconicphotos
Anak kecil dan burung bangkai via iconicphotos

Foto memilukan hati ini menunjukkan seorang anak kecil kurus kering yang mencoba berjalan ke tempat yang menyediakan makanan. Di latar belakang bisa kita lihat seekor burung bangkai sudah mengintainya. Foto ini diambil oleh Kevin Carter pada tahun 1993 di Sudan. Setelah mengambil foto tersebut, ia mengusir burung bangkai yang ada di dekat anak kecil tersebut. Carter disarankan untuk tidak melakukan kontak fisik secara langsung dengan penduduk sekitar untuk menghindari penularan penyakit. Foto tersebut dijual ke New York Times dan memenangkan penghargaan Pulitzer pada tahun 1994. Tiga bulan setelah kemenangannya, Carter bunuh diri dan meninggalkan sebuah catatan yang berbunyi

‘Aku sungguh, sungguh menyesal. Rasa sakit telah menimpaku hingga bahagia itu takkan ada lagi… tertekan … tanpa telepon … uang sewa … uang untuk hutang … uang!!! … Aku dihantui oleh ingatan dari pembunuhan dan mayat dan kemarahan dan kesakitan … kelaparan atau anak kecil yang terluka, dari orang gila bersenjata, bahkan polisi, dari eksekutor hukum mati … Aku pergi untuk bergabung dengan Ken kalau aku seberuntung itu’

5. Evelyn McHale

Evelyn McHale via rarehistoricalphotos
Evelyn McHale via rarehistoricalphotos

Pada hari buruh 1 Mei tahun 1947, seorang gadis berumur 23 tahun bernama Evelyn McHale meninggalkan sebuah catatan yang ditujukan untuk tunangannya berbunyi

‘Dia lebih baik tanpa aku. Aku tak akan pernah menjadi istri yang baik bagi siapapun.’

Setelah itu dia pergi ke lantai 86 Empire State dan melompat. Nggak ada yang tahu mengapa Hale melakukan hal itu. Setelah melayang di udara, akhirnya tubuh Hale mendarat di atas sebuah limousin milik PBB. Yang bikin heran, pose Hale ini mirip seperti orang sedang beristirahat. Sampai-sampai majalah Time menyebutnya ‘Bunuh Diri Paling Cantik’. Foto ini diambil oleh Robert Wiles tepat setelah ia mendengar dentuman keras.

Kehidupan kadang memang mempermainkan kita ya Anak Hits. Tapi, kita nggak boleh menyerah. Tetaplah berjuang dan berdoa agar kamu nggak jadi salah satu cerita serem seperti di atas. Daripada bergidik ngeri sendiri, mending kamu share berita ini ke teman-teman kamu.