Inilah 5 hal SALAH KAPRAH di sinetron yang meracuni masyarakat Indonesia

Sinetron masih menjadi hiburan nomor satu di Indonesia. Nggak peduli ceritanya sama, berapa episode, dan tayang jam berapa aja dan berapa jam aja pasti bakalan laris. Heran kan? Tayangan televisi sedikit banyak berpengaruh pada kehidupan masyarakat. Seperti contohnya, dua anak kecil yang berpose mesra dan menyebut diri mereka mirip Boy dan Reva (tokoh sinetron Anak Jalanan). Duh, ngenes!

Sayangnya sinetron Indonesia masih kurang mendidik kita dan adik-adik kita. Kebanyakan sinetron Indonesia masih membawa pandangan salah kaprah yang akhirnya diterapkan oleh masyarakat kita di kehidupan sehari-hari. Beberapa pandangan tersebut adalah.

1. Konflik yang mainstream

Rebutan mandorpun jadi! via oceanbluemy.blogspot
Rebutan mandorpun jadi! via oceanbluemy.blogspot

Coba kalau kamu lagi iseng, nonton sinetron deh. Mau ceritanya apa aja, pastik konfliknya itu-itu aja. Kalau yang sasarannya remaja, konfliknya seputar rebutan pacar, si miskin jatuh cinta sama si kaya, dan rebutan warisan. Yang usianya tengah-tengah anak kuliahan, rebutan pacar, si miskin jatuh cinta sama si kaya, dan rebutan warisan. Buat orang tua konfliknya seputar rebutan suami atau istri, si miskin jatuh cinta sama si kaya, rebutan warisan. Mana bedanya coba? Lain deh kalau yang kamu tonton film seri luar negeri, kamu bakalan dapat konflik beragam mulai dari yang menye-menye sampai bikin tegang.

2. Nggak sesuai sama realita

Contoh gampangnya nih ya, di Indonesia seragam anak SMA tuh warnanya apa? Putih abu-abu kan? Kalau di sinetron? Waduh! Jangan harap kamu nemuin warna putih abu-abu, yang ada warna warni! Selain warna-warni, modelnya juga kadang kurang pantes banget kalau dipakai di lingkungan sekolah.

Seragam sekolah di sinetron via oceanbluemy.blogspot
Seragam sekolah di sinetron via oceanbluemy.blogspot

Agak-agak nggak sopan gitu, ketat dan roknya mini. Seragam cowok juga kadang bukan buat pergi ke sekolah, lebih cocok buat peragaan busana. Hal inilah yang bikin anak-anak SMA ngemodif-modif seragam sekolahnya biar keren. Bolehlah dandan habis-habisan, tapi please nggak di sekolah kali. Bisa kali ya, yang bikin cerita atau kostum ini nyontoh film-film Thailand yang seragamnya sesuai sama kehidupan siswa-siswanya.

3. Hidup mewah

Saat ini tokoh utama sinetron yang lagi populer pasti berasal dari kalangan atas. Otomatis barang-barang yang dipunya juga yang mewah-mewah dong. Padahal hidup kaya nggah harus selalu dibarengi dengan hidup mewah lho.

Anak sekolah motornya mewah via posmetro
Anak sekolah motornya mewah via posmetro

Contohnya, Kak Mark Zuckerberg, dia yang hartanya bisa dibuat biaya produksi ratusan bahkan ribuan sinetron ini seringnya juga cuma pakai kaos warna abu-abu yang itu-itu aja. Seri-seri luar negeri juga banyak yang ngasi contoh, walaupun anak orang kaya juga tetep naik sepeda atau bis ke sekolah. Nah, sinetron Indonesia nggak keren banget kalau anak kaya naik bis atau sepeda. Alergi tauk! Duh!

4. Pembantu harus ada di rumah gedong

Mengurus rumah memang perkara yang nggak mudah. Apalagi kalau rumahmu gedongan. Susah ngurusnya! Nah, itulah gunanya pembantu di sinetron. Haram hukumnya kalau nggak punya pembantu di rumah yang segede Gelora Bung Karno. Sebenarnya, rumah gede nggak harus identik dengan adanya pembantu.

Pemeran pembantu yang sering muncul via showbiz.liputan6
Pemeran pembantu yang sering muncul via showbiz.liputan6

Yah, sesekali kita memang perlu bantuan orang lain untuk mengurus rumah dan yang namanya bantuan nggak selalu berasal dari pembantu kan? Dari orang rumah pun juga bisa. Kalau ngelihat-lihat di film-film tuh nya, jarang banget ada rumah gede yang punya sosok pembantu. Mereka lebih suka ngurus rumahnya sendiri. Gantian sama anggota keluarga yang lainnya. Malah di The Conjuring, sosok lain yang muncul. Aduh!

5. Pacaran harus romantis-romantisan

Hayo mau ngapain? via swadeka
Hayo mau ngapain? via swadeka

Romantis itu emang bumbu dalam percintaan sinetron. Sayangnya, sinetron Indonesia suka kelebihan ngasih ‘bumbu’ romantis dalam sinetron, jadinya eneg deh. Nggak sedikit juga sinetron Indonesia yang menempatkan porsi romantis nggak sesuai umurnya. Akhirnya ditiru deh sama anak-anak alay generasi sinetron. Padahal, di drama lainnya juga ada pasangan yang cool setengah mati ‘Meteor Garden’ contohnya atau ‘Secret Garden’. Lihat deh gaya mereka pacaran di drama itu.

Sedihnya, walaupun mengandung hal-hal menye-menye itu banyak juga yang stay tune di depan TV kalau sinetron tayang. Menurut kamu, hal apa lagi yang meracuni masyarakat kita?