Selain LGBT, ini 9 istilah seksual yang harus kamu tahu

Topik mengenai seks masih menjadi tabu di Indonesia. Kita orang Indonesia yang menganut adat ketimuran menganggap seks adalah ranah pribadi dan tidak patut membukanya di depan umum. Singkatnya,ini adalah topik yang tabu dan juga sensitif. Tidak heran jika isu seperti LGBT belakangan banyak dibicarakan.

LGBT dianggap sebagai kelainan jiwa, penyakit bahkan dosa. Di luar hal itu, LGBT (Lesbian Gay Biseksual dan Transgender) awalnya dibuat untuk menekankan keanekaragaman budaya berdasarkan identitas seksualitas dan gender. LGBT ini ditujukan untuk orang yang tidak heteroseksual.  Tapi apakah mereka yang tidak ‘normal’ hanya tergabung dalam LGBT? Ternyata tidak, ada beberapa istilah seksualitas yang perlu kamu tahu lho.

1. Panseksual

Tahun lalu, artis Miley Cyrus menyatakan dirinya sebagai panseksual. Apakah itu? Panseksual adalah situasidi mana seseorang tertarik pada orang lain tanpa memandang gender, bisa pria, wanita atau transgender. Mereka yang berorientasi ini bisa jatuh cinta secara seksual, emosional dan spiritual pada semua jenis kelamin.

pansexual miley cyrus
Miley Cyrus via ibtimes.com

Tapi bukan berarti seorangan panseksual bisa menyukai sembarang orang, mereka juga biasanya punya kriteria fisik.

 2. Aseksual

Seseorang yang tidak memiliki ketertarikan secara seksual pada jenis kelamin apapun. Biasanya mereka yang aseksual hanya ingin kasih sayang tanpa aktivitas seks.

asexual
Aseksual via hercampus.com

Aseksual juga dapat dibagi menjadi libidoist dan non-libidoist. Beda dari keduanya adalah libidoist memiliki gairah seksual namun tidak menyalurkannya dengan berhubungan seks dengan orang lain namun dengan self service.

3. Demiseksual

couple
Pasangan via popsugar.com

Ini adalah sebuah kondisi di mana seseorang biasanya tidak merasakan ketarikan seksual sebelum merasa terikat secara emosional yang kuat. Tanpa ikatan emosional, seorang demiseksual pada dasarnya adalah aseksual.

4. Pomoseksual

There is a mess in my head. Picture of confused handsome young man holding hand on chin and thinking while standing against cloud chalk drawing on blackboard
Bingung via landlordnews.co.uk

Atau postmodernism seksual adalah mereka yang menantang asumsi tentang gender dan seksualitas. Agar tidak bingung, contoh sederhananya adalah Bill adalah seorang pomoseksual, ia pria berorientasi normal (menyukai perempuan) tapi menyebut dirinya sebagai lesbian.

5. Gray-Ace atau Gray aseksual

pasangan
Pasangan via huffingtonpost.com

Mereka yang mengaku sebagai Gray-A atau aseksual abu-abu biasanya adalah mereka yang berada di area antara aseksual dan seksual. Mereka bisa saja punya ketertarikan seksual, tapi bisa juga tidak. Yah, namanya juga abu-abu.

6. Quasiplatonic

Friends-with-Benefits2
Friends with Benefit via film.com

Atau queerplatonic adalah sebuah hubungan yang lebih dari sekedar teman, tapi tidak bisa dikategorikan sebagai hubungan romantis seperti pacaran. Biasanya mereka menjalani hubungan yang lebih intim dan mesra tapi tidak cukup untuk masuk kriteria sebagai pasangan yang tertarik secara seksual.

7. Sapioseksual

man with glass
Pria berkacamata via telegraph.co.uk

Merupakan sebuah ketertarikan pada seseorang karena kepandaiannya. Yang dimaksud dengan kepandaian di sini tidak hanya melulu tentang pengetahuan, tetapi juga secara emosional. Plus, biasanya bagimu kecerdasan lebih penting ketimbang tampang atau harta.

8. Lithromantic

secret admirer
Love via themaneater.com

Seorang lithromantik biasanya bisa mengalami cinta yang romantis, hanya saja mereka tidak butuh dan ingin perasaannya terbalas.  Bagi mereka, mencintai atau tertarik pada seseorang saja sudah cukup.

9. Androgynoromantic

androginy
Androginy via imgur.com

Sesuai namanya, mereka yang memiliki orientasi androgynoromantic tertarik pada mereka yang androginy. Androginy sendiri diartikan sebagai seseorang yang bisa tampil dengan karakter pria atau wanita dalam waktu bersamaan.

Ternyata, istilah seksual tidak hanya LGBT ya? Ada banyak istilah yang kamu perlu tahu juga ternyata. Nah, menurutmu gimana? Apakah pantas manusia diberi label tertentu sesuai orientasi seksualnya? Kasih pendapatmu di kolom komentar ya? Atau share artikel ini di medsosmu!