Ketimbang ribut karena perbedaan agama, 5 negara ini justru saling bantu

Perselisihan antar agama sudah bukan lagi topik yang baru. Bahkan sejak dalam dahulu sudah banyak cerita tentang kebencian bahkan kekerasan yang timbul karena adanya perbedaan agama. Hal ini juga pernah terjadi di Indonesia. Salah satu yang tercatat oleh media adalah konflik pembakaran gereja yang terjadi di Aceh. Disebutkan bahwa penyebabnya adalah karena sengketa ijin pembangunan gereja tersebut. Sebuah gereja hangus terbakar dan seorang tewas.

Tapi perbedaan agama tidak melulu tentang konflik, kekerasan dan juga hal buruk lainnya. Ada juga cerita-cerita baik tentang umat agama tertentu melindungi umat agama lainnya, seperti :

1. Bersatu melawan Boko Haram

Umat islam dan kristen di Kamerun, Afrika, sudah sejak lama hidup berdampingan tanpa masalah. Tapi kemunculan kelompok radikal Boko Haram menghancurkan segalanya. Mereka ingin mendirikan negara islam garis keras di wilayah tersebut. Pasar, sekolah, gereja dan bahkan masjid mereka hancurkan.

kamerun via dw com
Pasukan Kamerun via DW.com

Tapi orang-orang di Kamerun tidak habis akal. Mereka bersatu dan membuat sebuah strategi unik. Ketika umat Kristiani melakukan ibadah, umat Islam akan berdiri di depan gereja untuk melindungi mereka. Pun begitu ketika umat Islam sedang ibadah.

2. Revolusi tanpa kekerasan

4 february egypt via peacetour
via peacetour.org

Selama Pemberontakan Mesir tahun 2011, Tahrir Square jadi daerah yang padat konflik. Dalam rangka menggulingkan Husni Mubarak, umat koptik, sekte Kristen yang sudah ada sejak jaman kuno di Mesir bekerja sama dengan umat Islam di sana. Kejadian paling diingat pada masa ini adalah pada 4 Februari ketika umat Islam menggelar tikar untuk sholat, umat Kristen bergandengan tangan membentuk lingkaran pelindung di sekeliling mereka.

3. Menampung orang Yahudi di Masjid Paris

MINOLTA DIGITAL CAMERA
via imamsonline.com

Salah satu kisah penyelamatan umat Yahudi dari Nazi yang paling tidak terduga adalah yang terjadi di Masjid Besar Paris miliki Si Kaddour Benghabrit. Ia dan kelompoknya di masjid tersebut dipercaya menampung 1.700 orang Yahudi yang kemudian berakting seperti umat Islam dan ‘dilewati’ oleh Nazi.

4. Refix dan Xhemal Veseli, muslim yang selamatkan seorang Yahudi

refik veseli via alarabiya net
via alarabiya.net

Refik Veseli adalah seorang pemuda muslim yang sedang magang pada fotografer Yahudi bernama Moshe Mandil di Tirana, Albania. Saat Nazi menduduki negara ini pada 1941, Refik sadar kalau Moshe dalam bahaya. Dengan bantuan keluarganya yang salah satunya bernama Xhemal Veseli, menyelamatkan Moshe. Karena keberanian dan jasanya menyelamatkan Moshe dari pembantaian, tahun 2014 sebuah sekolah di Berlin diberi nama seperti namanya, Refik Veseli Schule.

5. Penghabisan orang Armenia

armenian genocide via telegraph
via telegraph.co.uk

Pada 1915, pemimpin Kekaisaran Ottoman memutuskan bahwa Turki hanya untuk mereka yang asli suku Turki dengan cara membersihkan etnis lain yang ada. Targetnya adalah Armenia, di mana ada 2,5 juta orang Kristen Armenia di sana. Deportasi hingga pembantaian dilakukan, 1 juta jiwa melayang. Kejadian ini kemudian disebut dengan Genosida Armenia. Sedikit sekali negara yang mengecam kekejaman ini tapi kota Aleppo, Syria menawarkan tempat berlindung. Sebagai negara di mana umat Islam, Yahudi dan Kristen hidup damai berdampingan, mereka memberikan tempat pengungsian yang aman.

 

Makin banyak kisah-kisah ini terjadi dan tersebar, semoga saja makin banyak pula orang yang menyadari bahwa perbedaan bukanlah halangan untuk bersatu dan mencapai kedamaian.