Mitos terbentuknya dunia menurut suku asli Indonesia ini wajib kamu ketahui

Pernah dengar tentang bagaimana hebatnya dewa Zeus yang merupakan raja dari para dewa di kerajaan mitologi Yunani? Atau Thor dan Odin yang berada di Valhalla dari mitologi Nordik? Atau mungkin Naga, yang muncul di berbagai mitologi?

Ternyata Indonesia tidak kalah keren, loh!? Indonesia memiliki beberapa mitologi yang bahkan lebih beragam dari daerah lain di dunia. Mitologi adalah penjelasan tentang pembuatan semesta yang sering diceritakan oleh nenek moyang mereka. Mitologi Indonesia berasal dari suku-suku di Indonesia yang beragam.

Dayak

ukiran dayak via pinterest
ukiran dayak via pinterest

Orang di suku Dayak menganut Kaharingan, yaitu salah satu bentuk animisme. Mereka percaya bahwa suku Dayak muncul dari tengah bumi ketika perang kosmik di awal waktu antara naga jantan dan betina. Representasi dari pertempuran kosmik ini muncul di beberapa karya orang Dayak.  Berakhirnya pertempuran tersebutlah yang menciptakan kehidupan bumi ini. Tubuh mereka perlahan-lahan membentuk semesta.

Batak

ilustrasi Naga Padoha via deviantart
ilustrasi Naga Padoha via deviantart

Tahukah kamu bahwa suku Batak memiliki banyak versi mitologi? Ternyata, kumpulan cerita-cerita dari suku batak dicatat oleh peneliti eropa dalam bahasa mereka sendiri pada awal abad 19.

Salah satu ceritanya, semesta ini awalnya hanya ada langit dan laut yang sangat luas. Di langit hiduplah beberapa dewa dan laut adalah tempat tinggal seekor naga yang sangat kuat, Naga Padoha. Saat itu bumi masih belum tercipta, dan juga kehidupan manusia. Mereka mempercayai bahwa terciptanya kehidupan ini sebab dewa Mula Jadi. Mula Jadi tinggal di langit, yang dibagi menjadi 7 tingkat. Tiga anak Mula Jadi memiliki tiga anak, Batara Guru, Mangalabulan, dan Soripada, yang lahir dari ayam betina. Mula Jadi dibantu oleh dua burung layang-layang ketika menciptakan kehidupan. Pekerjaan mereka pun berbeda dan memili banyak versi di setiap cerita.

Toraja

upacara pemakaman suku toraja via torajaparadise
upacara pemakaman suku toraja via torajaparadise

Nenek moyang suku Toraja mempercayai animisme polteistik, yang bernama aluk, atau cara/jalan yang kadang diartikan sebagai aturan. Dalam mitologi Toraja, nenek moyang suku Toraja dipercayai turun dari surge menggunakan tangga, yang digunakan bagi penduduk suku toraja sebagai media penghubung dengan Puang Matua, Sang pencipta. Menurut aluk, alam semesta dibagi menjadi dunia atas surga, dunia manusia atau bumi, dan dunia bawah atau neraka. Awalnya, surga dan bumi menikah, yang kemudian ada kegelapan, kemudian perpisahan, dan kemudian cahaya. Dewa pada mitologi Toraja adalah Png Baggai di Rante (Dewa bumi), Indo’ Ongon-Ongon (Dewi yang menyebabkan gempa), Pong Lalondong (Dewa kematian), Indo’ Belo Tumbang (Dewi penyembuh), dan masih banyak yang lain.

Asmat

fumeripits via sladeshare
fumeripits via sladeshare

Tahukah kamu bahwa pemahat adalah seseorang yang sangat sakral di suku Asmat? Hal ini ternyata memiliki cerita dibaliknya. Cerita ini berawal dari Fumeripits, yaitu seseorang yang dipercayai adalah orang pertama di dunia, ia juga membangun rumah ibadah pertama, yang disebut jeu (rumah bagi manusia yang juga dimanfaatkan sebagai tempat untuk mengadili orang, membuat karya, dan menyelenggarakan upacara).

Fumeripits suka menari di pantai, tetapi suatu saat dia bosan karena sendirian. Maka ia kemudian memotong beberapa pohon, kemudian memahatnya seolah-olah menjadi manusia, dan kemudian meletakkan pahatan-pahatan tersebut di jeu. Tetapi ia tetap belum senang, karena mereka hanya diam. Kemudian ia membuat drum/gendang. Ketika ia mulai memukul gendangnya, patung-patung tersebut bergerak, dan kemudian menjadi manusia.

Sunda

 

anak suku baduy sunda via grivy
anak suku Baduy sunda via grivy

Menurut Sunda Wiwitan, atau kepercayaan suku Sunda, ada sang dewa bernama Sang Hyang Kersa yang menciptakan semesta dan juga dewa lainnya seperti Batari Sunan Ambu dan Batara Guru. Kebanyakan dari dewa diadopsi dari dewa hindu seperti Indra dan Vishnu.

Menurut ontology Sunda Wiwitan, semesta terbagi menjadi 3 bagian, yaitu Buana Nyungcung (dunia tertinggi) yaitu tempat Sang Hyang Kersa, Buana Panca Tengah (Bumi) yaitu dunia manusia dan hewan, dengan lima arah, timur, barat, utara, selatan, dan tengah, dan Buana Larang (dunia terlarang) yaitu dunia makhluk jahat.