Traveling ke 5 negara di dunia ini sama aja dengan setor nyawa

Traveling ke luar negeri memang sebuah rekreasi yang mengasyikkan. Dengan pergi ke luar negeri, kita bisa mendapat pengalaman baru dan mengenal budaya di luar negara kita. Tapi, sebelum melakukan perjalanan ke luar negeri, jangan lupa mencari info mengenai negara tersebut. Info-info seperti tempat yang layak dikunjungi, apa yang boleh dan nggak boleh dilakukan di sana, dan keamanan negara tersebut juga sangat penting.

Ngomong-ngomong soal keamanan, beberapa negara di dunia ternyata ada lho yang memiliki tingkat keamanan rendah. Bahkan bisa dikatakan berbahaya. Nah, kali ini NgeHits bakalan ngasih tau kamu beberapa negara yang berbahaya di dunia. Negara apa aja tuh? Simak terus ya!

1. Irak

Seorang tentara diikuti anak-anak di Irak via youtube
Seorang tentara diikuti anak-anak di Irak via youtube

Irak adalah negara yang kaya akan tempat bersejarah dan kilang minyak. Sayangnya penduduk di negara ini hidup di bawah teror. Bahkan pada tahun 2010, UNHCR menetapkan Irak sebagai negara pengungsi nomor dua di dunia. Penduduk yang mengungsi ke negara tetangga saat itu mencapai sekitar 1,8 juta jiwa. Sejak tahun 2003, Amerika Serikat menduduki Irak hingga menyebabkan terjadinya perang sipil yang menewaskan lebih dari 650 ribu warga. Keterlibatan pemberontak Sunni, Syiah, kaum Kurdi, tentara Amerika dan Turki, serta tindak kriminal memperburuk keamanan di negara ini. Laporan mengenai penculikan dan pembunuhan berada dalam taraf yang tinggi.

2. Kolombia

Tentara berjaga di pinggir jalanan Kolombia via impactlatino
Tentara berjaga di pinggir jalanan Kolombia via impactlatino

Cartagena adalah kota indah di Kolombia. Kota yang juga dikenal dengan sebutan ‘Kota Bertembok’ ini kaya akan budaya, kuliner yang enak, dan kehidupan malam yang menarik. Tapi kamu perlu hati-hati kalau berkunjung ke Kolombia, karena penculikan adalah hal yang biasa di sana. Pada tahun 1998, tercatat sebanyak 2.338 kasus penculikan terjadi . Dari jumlah tersebut, 138 orang dibunuh oleh penculiknya. Tahun 2006, Kolombia menduduki posisi ke empat sebagai kota dengan kasus pembunuhan terbanyak. Negara ini juga penyuplai sebanyak 75 persen kokain di dunia. Belum lagi konflik antara militer dengan pemerintah yang belum menunjukkan tanda akan berakhir.

3. Sudan

Seorang penduduk membawa senjata via richardcockett
Seorang penduduk membawa senjata via richardcockett

Di Jembatan Putih Sungai Nil, Sudan kamu bisa melihat pertemuan antara air Sungai Nil yang berwarna biru dan putih. Namun, beberapa turis ditangkap ketika mengabadikan momen di jembatan ini. Aktivitas di negara ini berjalan di bawah pengaruh terorisme sejak dikontrol oleh rezim militer Islam. Kekerasan merupakan hal yang wajar di daereh Darfur. Sudan juga sedang melakukan perang terbuka dengan Chad yang disebabkan konflik Darfur. Lebih dari 2 juta orang tewas dalam kurun waktu 50 tahun ini.

4. Afrika Selatan

Korban wanita tergeletak via youtube
Korban wanita tergeletak via youtube

Seru banget deh tour safari di Taman Nasional Kruger atau sekedar hangout di ‘Kota Emas’, Johannesburg. Sayangnya perlu ekstra hati-hati di negara ini, karena perkosaan adalah masalah utama negara ini. Pada tahun 2005, 118 dari 100 ribu orang menjadi korban perkosaan. Tindak kriminal sering terjadi di daerah terpencil yang kebanyakan penduduknya masih miskin. Bertani merupakan profesi yang paling berbahaya di sana, 313 dari 100 ribu orang petani beresiko terbunuh.

5. Brazil

Polisi membawa mayat via washingtonpost
Polisi membawa mayat via washingtonpost

Selain terkenal dengan Patung Kristus Penebus-nya, kriminalitas di ibukota Brazil masih merajalela. Di negara ini kemiskinan semakin terlihat mencolok dengan adanya orang kaya yang juga membaur dengan penduduk miskin. Brazil adalah negara yang sedang menuju pertumbuhan ekonomi. Namun dengan masih tingginya kemiskinan, tingkat kriminalitasnya pun cukup tinggi. Di beberapa jalan Rio de Janeiro, sering terdapat korban perampokan dan pengancaman.

Terlepas dari kurang nyamannya negara-negara tersebut, tempat wisata di sana masih layak dikunjungi. Tapi, kamu nggak boleh lengah ketika berkunjung ke negara-negara tersebut. Kalau kamu ragu, di Indonesia masih banyak kok spot-spot traveling yang nggak kalah menarik. Gimana? Masih ngotot juga jalan-jalan ke negara-negara tersebut?