Pahlawan-pahlawan Indonesia yang masih misterius keberadaannya

Beberapa nama di bawah ini mungkin tidak lagi terdengar asing buat kamu, karena sering muncul di buku sejarah atau diabadikan sebagai nama jalan. Namun mungkin kamu belum tahu misteri yang mereka simpan sampai saat ini, yakni keberadaannya setelah dinyatakan hilang berpuluh-puluh tahun lamanya. Mungkin saja mereka masih hidup, dan bisa jadi orang tua yang kamu temui di jalan ternyata adalah salah satu dari mereka, atau di belakang rumahmu merupakan makam mereka.

1. Supriyadi

Supriyadi via hitamputihna

Suriyadi lahir di Trenggalek dan jasanya yang paling dikenal adalah beliau merupakan pemimpin pasukan PETA (Pembela Tanah Air). Ia dikenal sebagai seorang pemimpin yang pemberani dalam melawan pasukan Jepang di Blitar. Supriyadi ditunjuk sebagai Menteri Keamanan Rakyat, namun tidak pernah muncul saat dipanggil dan dinyatakan hilang sejak tahun 1945.

2. Tan Malaka

Tan Malaka via lingkarannews

Merupakan seorang aktivis paham sosialis dan komunis dan salah satu pahlawan nasional Indonesia. Tan Malaka dikenal dengan tulisan-tulisannya yang kritis dan idealisnya akan kemerdekaan bangsa dan negara Indonesia, dengan karya yang paling dikenal adalah Madilog. Dia memang mati karena dieksekusi oleh tentara, namun tidak diketahui dimana keberadaan makamnya, dan penemuan jenazahnya masih menjadi misteri.

3. Otto Iskandar Dinata

Otto Iskandar Dinata via cnnindonesia

Coba periksa uang 20 ribu yang ada di dompetmu, dan disitu kamu bisa mendapati gambar pahlawan Otto Iskandar Dinata. Selama masa sebelum kemerdekaan, ia aktif di organisasi pemuda revolusioner seperti Budi Utomo dan Paguyuban Pasundan. Setelah kemerdekaan, ia diangkat sebagai Menteri Negara dan kemudian diberitakan diculik oleh sekawanan orang yang dikenal dengan Laskar Hitam dan tidak pernah ditemui lagi.

4. Dr. Muwardi

Dr. Moewardi via lifestylebisnis

Nama beliau sekarang digunakan sebagai nama rumah sakit di Semarang dan jalan di Jakarta Barat. Lulusan STOVIA ini merupakan ahli THT dan turut berjuang untuk negara pasca kemerdekaan dengan menjadi tenaga medis di medan perang. Momen terakhir yang selalu dikenang adalah pada tahun 1948 dimana ia berpamitan pada istrinya untuk melakukan operasi pada seorang anak yang sakit keras di Jebres, Solo. Ia tidak pernah kembali pulang atau ditemukan sejak hari itu.