Kenapa kita selalu sulit tidur di tempat baru?

Tak kenal maka tak sayang, pun yang terjadi ketika kita datang dan menginap di tempat yang baru. Kost-kostan teman kah atau traveling di kota lain, malam pertama pasti kamu mengalami kesulitan tidur. Sebagian mungkin berpikir karena kamu terlalu excited, ada teman untuk ngobrol atau malah nervous. Tapi bagaimana dengan penjelasannya secara ilmiah?

Sebuah tim ilmuwan di Brown University mengatakan mereka telah menemukan apa yang menyebabkan malam pertama di tempat baru atau asing membuat seseorang kesulitan tidur. Hasil penelitian ini mereka terbitkan di jurnal Current Biology. Dan inilah penjelasannya.

mata sebelah via wikipedia org
via wikipedia.org

Ilmuwan menyebutkan bahwa penyebab sulit tidur malam pertama di tempat baru adalah karena kewaspadaan seperti yang dimiliki oleh hewan. Yang dimaksudkan adalah para hewan seperti lumba-lumba, singa laut, ayam dan bahkan ikan paus sudah terlatih untuk tidur dengan satu mata terbuka. Ini dilakukan sebagai alarm kewaspadaan terhadap predator yang mungkin datang.

Hal ini juga dipercaya terjadi pada manusia. Di tempat baru seperti hotel tempat berlibur, kost-kostan teman dan lainnya dianggap otak sebagai lingkungan yang berpotensi bahaya tak terduga.

tidur via ucsf edu
Ilustrasi tidur via ucsf.edu

Peneliti kemudian membuktikan ini dengan melakukan penelitian kepada 35 sukarelawan berkondisi sehat. Mereka diminta untuk ke laboratorium tidur dan diukur denyut jantung, tingkat oksigen dalam darah, pernafasan, gerakan mata dan kaki dan juga aktivitas otaknya.

Pada malam pertama tidur, peneliti menemukan bahwa secara konsisten ditemukan bahwa bagian kiri otak terjaga. Bagian ini jadi lebih sensitif terhadap suara dan apapun yang dianggap mengancam. Seminggu kemudian, dilakukan lagi tes di tempat yang sama. Kali ini otak sudah menunjukkan rasa terbiasa karena tempat yang digunakan sudah dianggap familiar.

Jadi bisa disimpulkan bahwa penyebab kita selalu terjaga hingga sulit tidur ketika berada di tempat baru adalah karena aktivitas otak yang jadi lebih waspada karena menganggap tempat baru sebagai ancaman yang mungkin menimbulkan bahaya. Ok, now we know!