Penasaran kenapa waktu terasa secepat kilat? Ini 3 sebabnya

Ngerasain nggak kalau sekarang waktu berjalan cepet banget. Kayaknya baru kemarin deh kamu mulai masuk sekolah dari kelas X eh sekarang tiba-tiba aja kamu udah ngejalanin ujian nasional. Wah! Cepet banget ya. Ngehits sendiri juga ngerasa kok kalau saat ini waktu berjalan semakin cepat. Kemarin baru gajian, eh udah ludes aja sekarang gajinya. Eh kalau itu nggak ada hubungannya sama waktu ya.

Jadi penasaran kenapa waktu berjalan begitu cepat. Setelah browsing-browsing, Ngehits nemu penjelasan kenapa waktu berjalan cepat. Nih simak videonya dulu.

Menurut video tersebut, waktu serasa berjalan cepat karena disebabkan oleh beberapa hal sebagai berikut.

1. Usia

Muda ke tua via interestingthings
Muda ke tua via interestingthings

Salah satu faktor yang menyebabkan waktu berjalan dengan cepat adalah usia. Sebuah percobaan sederhana dilakukan dalam video tersebut. Mereka meminta dua kelompok usia (muda dan tua) untuk memperkirakan waktu satu menit. Hasilnya? Kelompok dengan usia yang lebuh muda lebih akurat memperkirakan waktu satu menit tersebut dibanding kelompok usia tua. Hal itu disebabkan oleh kemampuan konduksi syaraf kita yang semakin berkurang saat memasuki masa tua. Kecepatan konduksi ini bisa dianggap sebagai jam internal manusia. Saat jam internal tubuh kita melambat, maka segala hal yang berada di luar tubuh kita, termasuk waktu menjadi terasa lebih cepat.

2. Kegiatan yang kita lakukan

Belajar vs main game via collegeinfogeek
Belajar vs main game via collegeinfogeek

Saat kita melakukan kegiatan yang kita senangi, waktu juga akan berjalan lebih cepat. Coba deh bandingin saat kamu bermain game, olahraga, nonton film dengan belajar, pasti waktu terasa lebih cepat ketika kamu melakukan kegiatan-kegiatan yang pertama. Nggak jarang kamu bakal ngomong, ‘lah cepet banget filmnya’, sedangkan pas belajar kamu sering mengeluh, ‘duh, kapan nih istirahatnya?’. Ya kan? Ketika kita sangat fokus pada sesuatu, momen tersebut akan terasa lebih pendek daripada waktu yang sebenarnya. Kondisi mental ini disebut dengan flow.

3. Rutinitas atau pengulangan

Dian Sastro cakep via Ngehits.net
Dian Sastro cakep via Ngehits.net

Kalau kamu sama dengan kebanyakan orang, gambar pocong menurut kamu memiliki durasi tayang lebih lama ketimbang Dian Sastro. Padahal, durasi dua gambar tersebut sama. Ketika kamu melihat gambar pocong, otak kamu membutuhkan energi besar untuk menyesuaikan dengan sesuatu yang baru. Oleh karena itu gambar pocong jadi seakan-akan memiliki durasi lebih lama.

Sebuah penelitian menunjukkan, penggunaan energi terbesar adalah saat kita di usia 5 tahun. Pada usia ini, segalanya merupakan hal yang baru bagi kita. Penggunaan energi otak yang begitu banyak berpengaruh pada persepsi kita terhadap waktu yang seakan lambat (saat kita kecil). Nggak heran kan kalau kita nunggu hari Minggu buat nonton Dragon Ball rasanya kayak udah nunggu jutaan tahun lamanya.

Nah itulah yang menyebabkan waktu terasa berjalan lebih cepat. Kalau kamu ingin waktu berjalan lambat, tantang adrenalinmu. Sesuatu yang membuat kita takut akan membuat waktu serasa berjalan lebih lambat. Sering-sering melakukan olahraga yang ekstrim atau melakukan hal-hal yang membosankan. Dijamin waktu bakalan terasa berjalan lambat. Bener nggak?