Skripsimu nggak bakal kelar kalau kamu masih ketemu sama 5 hal ini

Jika murid SMP dan SMA menghadapi beberapa hari Ujian Nasional, mahasiswa punya problematika yang lebih pelik yaitu skripsi. Yep, sebundel kertas dengan proses pencapaian yang tidak kalah melelahkannya dengan mendaki gunung ini jadi penentu apakah kamu layak mendapatkan gelar sarjana atau tidak.

Tapi skripsi memang tidak semudah yang dibayangkan. Tugas akhir ini sering kali ditunda, tidak jua selesai apalagi jika bertemu dengan 5 hal ini :

1. Rasa malas dan sering menunda

Karena sudah tidak ada lagi beban mata kuliah yang dikerjakan, kamu jadi lebih jarang pergi ke kampus. Pada awalnya sih semangat banget ketemu dosen, lama-lama kamu jadi sering bikin alasan “Ah nanti aja, masih ada waktu.” Awalnya kamu mengejar lulus 4 tahun, tapi lama-lama ada pikiran “Semester depan aja, deh. Semester ini santai dulu.” sampai bersemester-semester lamanya.

skripsi-selow-aja-kalee
Skripsi selow via memegenerator.net

Tahu apa akarnya? Malas. Kamu hanya menunda-nunda apa yang bisa kamu lakukan sekarang karena malas. Malas ketemu dosen, malas ke perpustakaan, malas ke kampus sendirian bahkan malas bangun dari tempat tidur sekalipun.

2. Dosen yang tidak sesuai ‘keinginan’

Padahal kamu tahu bahwa tidak semua keinginan bisa kamu dapatkan. Kamu selaluuu saja mengeluh tentang dosen yang cerewetlah, killer-lah, nggak bisa dimengerti maunyalah dan lain-lain. Selain teori yang berelasi, kesabaran juga sangat dibutuhkan dalam menyelesaikan skripsi serta menghadapi dosen.

dosen
Dosen via papasemar.com

Namun jika kamu secara kebetulan (atau, apes) mendapatkan dosen pembimbing yang tidak kooperatif, kamu bisa lho ‘mengadu’ pada pihak kampus dan mengajukan pergantian dosen. Demi toga tersemat di kepala, bersamalah dengan dosen yang mendukungmu!

3. Pekerjaan sampingan yang tidak bisa dikesampingkan

Kamu berpikir kalau bekerja sambil mengerjakan skripsi itu tidak mustahil untuk dilakukan. Kamu masih muda dan yakin bisa multitasking. Tapi dalam beberapa kenyataan yang ada pekerjaan sampingan tidak bisa seenaknya kamu kesampingkan. Waktumu habis karena setelah bekerja kamu merasa terlalu capek untuk membuka laptop atau sekadar mencoret-coret catatanmu.

multitasking
Multitasking via highlandernews.org

Perlu diketahui bahwa menjadi multitasking juga dibutuhkan skill. Jika kamu merasa sudah mencoba dan sering berujung pulang di kostan atau rumah dengan hanya perasaan capek, mending tunda untuk dapatkan pekerjaan saat kuliah. Segera selesaikan skripsi dan cari pekerjaan dengan bekal ijazahmu nanti.

4. Terlalu banyak pikiran yang tidak penting

Manusia selalu suka mencari alasan, kalau tidak dengan sesuatu yang bisa dikerjakan ya berpikir. Dan seringnya terlalu banyak berpikir ini malah menimbulkan pikiran-pikiran negatif yang bikin skripsi tidak tersentuh. Karena berpikir yang tidak-tidak, kamu malah jadi depresi dan takut menghadapi masalah yang cuma ada di pikiranmu.

via twitter com
Skripsi dipikirin via twitter.com

Yep, kebanyakan mahasiswatingkat akhir berpikir terlalu banyak. Pikiran tersebutlah yang menciptakan ketakutan tidak beralasan sehingga bukannya mengerjakan skripsi tapi malah tenggelam dalam ketakutan.

5. Terlalu asyik dengan hobi baru

Punya hobi itu wajar saja kok, asal tahu waktu dan tahu diri. Hobi yang paling kekinian sekarang ini adalah traveling. Pergi ke pantai, gunung atau ke tempat-tempat memacu adrenalin lainnya. Tujuannya? Aktualisasi diri dan eksis, walau ada juga yang traveling karena passion sih.

traveling
Traveling ke pantai via travelinsure.com

Katanya ,”Puasin jalan-jalan dulu deh.” Hati-hati saja sih, traveling itu bisa bikin kamu lupa dunia nyata. Jangan sampai keasyikan lalu lupa dengan tanggung jawab. Kan lebih enak kalau traveling ketika tidak ada tanggungan, bukan?

Nah, mana yang sedang menghambat skripsimu sekarang ini? Bangun dan basmi sekarang juga ya!