Mengenal suku Nenets yang kualat mati jika tak makan daging mentah

Jenis pola makan makanan mentah adalah satu dari sekian banyak pola makan yang ada di dunia. Dalam jenis pola makan atau diet ini, makanan yang boleh dimakan hanyalah yang mentah termasuk daging mentah, telur mentah, buah dan sayur dan juga kefir. Gandum, kacang dan kedelai mentah tidak termasuk di dalamnya. Mereka yang melakukan diet Palaeolithic dan Tiger Diet termasuk dalam jenis diet ini.

Tapi bagaimana jika kebiasaan makan makanan mentah adalah diet tradisional suku tertentu? Mari simak rangkuman yang sudah Ngehits kumpulkan untuk kamu.

Hidup nomaden suku Nenets

tenda suku nenets via survivalinternational org
via survivalinternational.org

Suku ini pada dasarnya adalah penggembala rusa yang melakukan migrasi di rute yang sama. Ketika musim dingin datang, suhu -50° Celcius, mereka akan bermigrasi ke Selatan. Sebaliknya, ketika musim panas, mereka akan bermigrasi ke Utara. Setidaknya mereka melakukan perjalanan hingga 1000 km, termasuk melintasi perairan beku sungai Ob dan tundra di tepi laut Kara.

reindeer herder via survivalinternational org
via survivalinternational.org

Saat ini pemerintah Uni Soviet sedang berusaha untuk membuat suku Nenets tidak lagi nomaden tapi menetap di desa. Selain itu, mereka juga berharap anak-anak suku ini bisa disekolahkan di sekolah berasrama milik negara. Walaupun ini akan membuat identitas budaya mereka tergerus dan hilang seiring bertambahnya waktu.

Cara hidup suku Nenets yang ‘sadis’

Suku Nenets adalah suku pribumi yang tinggal di utara Arktik Rusia. Mereka dikenal karena kebiasaan mereka yang terbilang mengerikan, makan daging mentah yang masih segar. Tidak dibersihkan apalagi diolah terlebih dahulu. Mereka langsung membunuh, menguliti dan memakan dagingnya langsung. Tidak hanya orang dewasa, anak kecil dan balita pun melakukan cara hidup seperti ini.

nenets via beforethey com
via beforethey.com

Tidak hanya itu, mereka juga meminum darah dari tubuh hewan yang sama. Hewan yang baru mereka ‘bunuh’.

suku nenets via survivalinternational org
via survivalinternational.org

Ini disebabkan karena menurut kepercayaan mereka jika mereka tidak minum darah hangat (darah dari hewan yang baru disembelih) dan daging segar, maka mereka akan kualat dan mati di tundra. Tundra adalah area tanpa pohon dengan suhu yang sangat rendah. Walau begitu, mereka juga boleh makan ikan seperti salmon putih dan muksun, ikan putih serta cranberry di sepanjang musim panas.

Nasib suku Nenets kini

Penemuan minyak dan cadangan gas pada 1970-an dan perluasan infrastruktur di peninsula membuat hidup suku Nenets berubah. “Kami takut dengan semua industri baru ini, kami jadi tidak bisa bermigrasi lagi. Kalau kami tidak bermigrasi, kami semua bisa mati,” ucap seorang penggembala Nenets, Sergei Hudi pada Survival International.

tundra mengering via survivalinternational org
Danau mengering via survivalinternational.org

Kini, pipa-pipa, menara pengeboran dan jalanan aspal telah mengubah tundra, habitat suku Nenets. Danau-danau mengering membuat banyak ikan mati, artinya suku Nenets kehilangan salah satu sumber makanan. Es pun mencair lebih awal hingga membuat rute migrasi yang sudah ada sejak berabad-abad lalu berganti. Suhu yang naik juga mempengaruhi vegetasi tundra, satu-satunya sumber makanan rusa milik suku Nenets. Tidak ada makanan untuk rusa sama dengan kematian rusa meningkat. Artinya mereka tidak lagi bermigrasi. Tak bermigrasi artinya mereka akan punah.

“Apa yang terjadi pada tanah kami sangat penting untuk kami.” kata Sergei Hudi.

Apa ada jalan terbaik untuk menyeimbangkan alam, mempertahankan habitat suku kuno dan memenuhi kebutuhan manusia di seluruh dunia?